Gedung Fakultas Bioteknologi

Fakultas Bioteknologi merupakan salah satu Fakultas baru di Institut Teknologi Del berdiri sejak tahun 2014. More » Fakultas Bioteknologi sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk praktikum More »

 

Serah Terima Buku dari Prof Ir. Saswinadi Sasmojo MSc, PhD

Pada hari Kamis, 23 November 2017  Prof Ir. Saswinadi Sasmojo MSc, PhD memberikan secara langsung buku Pengindustrian Inteligensi untuk Dosen Program Studi Teknik Bioproses.

serah terima buku


Institut Teknologi Del

Fakultas Bioteknologi – Program Studi Teknik Bioproses

Pertemuan Bapak I Gde Nyoman Merthayasa dengan Dosen

Pada hari Senin, 14 Agustus 2017 Program Studi Teknik Bioproses melaksanakan pertemuan dengan Bapak I Gde Nyoman Merthayasa untuk persiapan Akreditasi.

1


Institut Teknologi Del

Fakultas Bioteknologi – Program Studi Teknik Bioproses

Program Cinta Almamater dengan Prodi

Pada hari Selasa, 15 Agustus 2017 Institut Teknologi Del melaksanakan Program Cinta Almamater (PCA) kepada mahasiswa. Pada kesempatan ini Program Studi Teknik Bioproses memperkenalkan Dekan Fakultas Bioteknologi “Dr. Merry Meryam Martgrita“, Ketua Program Studi “Adelina Manurung, S.Si, M.Sc”   dan dosen Program Studi Teknik Bioproses diantaranya :

  1. Roga Florida Kembaren M.Si
  2. Ellyas Alga Nainggolan S.TP.,M.Sc
  3. Andy Trirakhmadi S.T.,M.T.
  4. Rien Rakhmana S.Si.,M.T
  5. Dr.rer.nat.Sony Adhi Susanto
  6. Yulisa Lestari., S.Si, M.T

Program Studi Teknik Bioproses juga memperkenalkan Staff Laboran dan Staff Admin diantaranya adalah :

  1. Berlian Simanjuntak, S.Si.
  2. Fernando Nainggolan, S.Si
  3. Rizki Ananda, A.Md.
  4. Friska Silaban, A.Md.

Ketua Program Studi juga menjelaskan kurikulum yang ada di Teknik Bioproses

1


Institut Teknologi Del

Fakultas Bioteknologi – Program Studi Teknik Bioproses

Pelatihan Matlab Dosen Prodi Teknik Bioproses

Pada tanggal 14 s.d. 16 Agustus 2017, Program Studi Teknik Bioproses melaksanakan pelatihan MATLAB dari Bapak Andy salah satu dosen prodi yang sebelumnya sudah pernah mengikuti pelatihan MATLAB.

1

 


Institut Teknologi Del

Fakultas Bioteknologi – Prodi Teknik Bioproses

Kunjungan Industri ke PT. Perkebunan Nusantara IV

Pada hari Rabu, 10 Mei 2017 Program Studi Teknik Bioproses melaksanakan kunjungan Industri ke PT. Perkebunan  Nusantara IV (PTPN-IV).

Adapun tujuan kunjungan ini adalah :

1. Untuk mengenal lingkup misi dan kegiatan PTPN-IV

2. Meninjau dan mempelajari sarana penelitian dan pabrik di PTPN-IV

 

11


Institut Teknologi Del

Fakultas Bioteknologi – Prodi Teknik Bioproses

Pelatihan Pembuatan Yoghurt untuk Siswa SMA Katholik Santa Maria Tarutung

Pada hari Sabtu, 1 April 2017 Program Studi Teknik Bioproses melaksanakan Pelatihan Pembuatan Yoghurt untuk Siswa SMA Katholik Santa Maria Tarutung .

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah keterampilan pembuatan bahan makanan yoghurt, dari susu sapi serta pengetahuan akan prinsip pembuatan makanan dengan metoda fermentasi. Kami juga memberikan manual panduan untuk membuat yoghurt dan starter bakteri yoghurt yang bisa digunakan untuk membuat yoghurt kembali dimasa mendatang.

Peralatan dan bahan yang digunakan untuk pembuatan yoghurt adalah sebagai berikut:

Alat dan Bahan:

  • Susu sapi segar
  • Susu sapi bubuk plain
  • Bubuk agar putih
  • Starter dalam bentuk suspensi isolate bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus dalam susu
  • Gula
  • Sirup rasa strawberry (merk Kurnia)
  • Panci stainless steel
  • Sendok pengaduk berbahan kayu
  • Hotplate (sebagai pengganti kompor gas, karena sekolah tersebut tidak memiliki kompor gas)
  • Sendok teh
  • Toples kaca tahan panas

Demo pembuatan yoghurt diawali dengan pemanasan 2 liter susu cair ultra plain di dalam panci stainless steel hingga mencapai 80°C (karena kami tidak menggunakan termometer, maka temperatur yang dicapai diperkirakan dengan melihat penampakan dari permukaan cairan susu, jika sudah mengeluarkan uap, maka 100 g susu bubuk dan 1,5 sendok the bubuk agar ditambahkan pada susu panas tersebut dan diaduk hingga homogen. Kemudian temperatur campuran diturunkan hingga berada dalam rentang 35°C – 45°C. Karena kami tidak menggunakan termometer, sehingga  temperatur ideal diperkirakan dengan memegang wadah panci dengan tangan. Jika tangan sudah bisa memegang panci tersebut tanpa terasa kepanasan, maka dianggap itu adalah temperatur ideal untuk menambahkan 200 ml isolat bakteri (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) pada campuran. Setelah dilakukan pengadukan hingga homogen, campuran tersebut dipindahkan ke dalam toples kaca yang sudah disterilkan dengan merebus toples tersebut sebelumnya dengan air.

4


 

Institut Teknologi Del

Fakultas Bioteknologi – Prodi Teknik Bioproses

Peningkatan Potensi Kewirausahaan

Pada hari Sabtu, 1 April 2017 Program Studi Teknik Bioproses melaksanakan peningkatan Potensi Kewirausahaan Melalui Sosialisasi Keterampilan Pembuatan Yoghurt di SMA Negeri 1 Tarutung.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah keterampilan pembuatan bahan makanan yoghurt, dari susu sapi serta pengetahuan akan prinsip pembuatan makanan dengan metoda fermentasi. Kami juga memberikan manual panduan untuk membuat yoghurt dan starter bakteri yoghurt yang bisa digunakan untuk membuat yoghurt kembali dimasa mendatang.

Peralatan dan bahan yang digunakan untuk pembuatan yoghurt adalah sebagai berikut:

Alat dan Bahan:

  • Susu sapi segar
  • Susu sapi bubuk plain
  • Bubuk agar putih
  • Starter dalam bentuk suspensi isolate bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus dalam susu
  • Gula
  • Sirup rasa strawberry (merk Kurnia)
  • Panci stainless steel
  • Sendok pengaduk berbahan kayu
  • Hotplate (sebagai pengganti kompor gas, karena sekolah tersebut tidak memiliki kompor gas)
  • Sendok teh
  • Toples kaca tahan panas

Demo pembuatan yoghurt diawali dengan pemanasan 2 liter susu cair ultra plain di dalam panci stainless steel hingga mencapai 80°C (karena kami tidak menggunakan termometer, maka temperatur yang dicapai diperkirakan dengan melihat penampakan dari permukaan cairan susu, jika sudah mengeluarkan uap, maka 100 g susu bubuk dan 1,5 sendok the bubuk agar ditambahkan pada susu panas tersebut dan diaduk hingga homogen. Kemudian temperatur campuran diturunkan hingga berada dalam rentang 35°C – 45°C. Karena kami tidak menggunakan termometer, sehingga  temperatur ideal diperkirakan dengan memegang wadah panci dengan tangan. Jika tangan sudah bisa memegang panci tersebut tanpa terasa kepanasan, maka dianggap itu adalah temperatur ideal untuk menambahkan 200 ml isolat bakteri (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) pada campuran. Setelah dilakukan pengadukan hingga homogen, campuran tersebut dipindahkan ke dalam toples kaca yang sudah disterilkan dengan merebus toples tersebut sebelumnya dengan air.

3


 

Institut Teknologi Del

Fakultas Bioteknologi – Prodi Teknik Bioproses

Peningkatan Potensi Kewirausahaan Sejak Usia Sekolah

Pada hari Sabtu, 1 April 2017 Program Studi Teknik Bioproses melaksanakan Peningkatan Potensi Kewirausahaan Sejak Usia Sekolah dengan Mengajarkan Teknik Pembuatan Makanan Yoghurt di SMA Negeri 3 Lintong Ni Huta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah keterampilan pembuatan bahan makanan yoghurt, dari susu sapi serta pengetahuan akan prinsip pembuatan makanan dengan metoda fermentasi. Kami juga memberikan manual panduan untuk membuat yoghurt dan starter bakteri yoghurt yang bisa digunakan untuk membuat yoghurt kembali dimasa mendatang.

Peralatan dan bahan yang digunakan untuk pembuatan yoghurt adalah sebagai berikut:

Alat dan Bahan:

  • Susu sapi segar
  • Susu sapi bubuk plain
  • Bubuk agar putih
  • Starter dalam bentuk suspensi isolate bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus dalam susu
  • Gula
  • Sirup rasa strawberry (merk Kurnia)
  • Panci stainless steel
  • Sendok pengaduk berbahan kayu
  • Hotplate (sebagai pengganti kompor gas, karena sekolah tersebut tidak memiliki kompor gas)
  • Sendok teh
  • Toples kaca tahan panas

Demo pembuatan yoghurt diawali dengan pemanasan 2 liter susu cair ultra plain di dalam panci stainless steel hingga mencapai 80°C (karena kami tidak menggunakan termometer, maka temperatur yang dicapai diperkirakan dengan melihat penampakan dari permukaan cairan susu, jika sudah mengeluarkan uap, maka 100 g susu bubuk dan 1,5 sendok the bubuk agar ditambahkan pada susu panas tersebut dan diaduk hingga homogen. Kemudian temperatur campuran diturunkan hingga berada dalam rentang 35°C – 45°C. Karena kami tidak menggunakan termometer, sehingga  temperatur ideal diperkirakan dengan memegang wadah panci dengan tangan. Jika tangan sudah bisa memegang panci tersebut tanpa terasa kepanasan, maka dianggap itu adalah temperatur ideal untuk menambahkan 200 ml isolat bakteri (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) pada campuran. Setelah dilakukan pengadukan hingga homogen, campuran tersebut dipindahkan ke dalam toples kaca yang sudah disterilkan dengan merebus toples tersebut sebelumnya dengan air.

2


 

Institut Teknologi Del

Fakultas Bioteknologi – Prodi Teknik Bioproses

 

Pembuatan Makanan Yoghurt dari Susu Sapi

Pada hari Sabtu, 1 April 2017 Program Studi Teknik Bioproses melaksanakan Sosialisasi Pembuatan Makanan Yoghurt dari Susu Sapi di Sekolah SMA Negeri 1 Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah keterampilan pembuatan bahan makanan yoghurt, dari susu sapi serta pengetahuan akan prinsip pembuatan makanan dengan metoda fermentasi. Kami juga memberikan manual panduan untuk membuat yoghurt dan starter bakteri yoghurt yang bisa digunakan untuk membuat yoghurt kembali dimasa mendatang.

Peralatan dan bahan yang digunakan untuk pembuatan yoghurt adalah sebagai berikut:

Alat dan Bahan:

  • Susu sapi segar
  • Susu sapi bubuk plain
  • Bubuk agar putih
  • Starter dalam bentuk suspensi isolate bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus dalam susu
  • Gula
  • Sirup rasa strawberry (merk Kurnia)
  • Panci stainless steel
  • Sendok pengaduk berbahan kayu
  • Hotplate (sebagai pengganti kompor gas, karena sekolah tersebut tidak memiliki kompor gas)
  • Sendok teh
  • Toples kaca tahan panas

Demo pembuatan yoghurt diawali dengan pemanasan 2 liter susu cair ultra plain di dalam panci stainless steel hingga mencapai 80°C (karena kami tidak menggunakan termometer, maka temperatur yang dicapai diperkirakan dengan melihat penampakan dari permukaan cairan susu, jika sudah mengeluarkan uap, maka 100 g susu bubuk dan 1,5 sendok the bubuk agar ditambahkan pada susu panas tersebut dan diaduk hingga homogen. Kemudian temperatur campuran diturunkan hingga berada dalam rentang 35°C – 45°C. Karena kami tidak menggunakan termometer, sehingga  temperatur ideal diperkirakan dengan memegang wadah panci dengan tangan. Jika tangan sudah bisa memegang panci tersebut tanpa terasa kepanasan, maka dianggap itu adalah temperatur ideal untuk menambahkan 200 ml isolat bakteri (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) pada campuran. Setelah dilakukan pengadukan hingga homogen, campuran tersebut dipindahkan ke dalam toples kaca yang sudah disterilkan dengan merebus toples tersebut sebelumnya dengan air.

1


 

Institut Teknologi Del

Fakultas Bioteknologi – Prodi Teknik Bioproses

Kunjungan Duta Besar Indonesia untuk Jepang

Pada hari Sabtu, 4 Maret 2017

Selamat datang kepada Duta Besar Indonesia untuk Jepang Bapak Arifin Tasrif yang berkunjung ke Fakultas Bioteknologi Institut Teknologi Del

Pada kesempatan ini Bapak Arifin Tasrif bersama dengan Bapak Yoki Negara dan Bapak Zokanda Siahaan berkunjung ke Laboratorium yang digunakan mahasiswa Teknik Bioproses untuk Praktikum.

Slide1


 

Institut Teknologi Del

Fakultas Bioteknologi – Prodi Teknik Bioproses